Tampilkan postingan dengan label Flu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flu. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 02 Februari 2019
Abstraksi Disertasi Kerokan
Abstraksi Kerokan
Disertasi
DIDIK GUNAWAN TAMTOMO, 090214902D (2005) KAJIAN BIOLOGI MOLEKULER PENGOBATAN TRADISIONAL KEROKAN PADA PENANGGULANGAN MIALGIA. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
Makin mahalnya biaya pelayanan kesehatan dan harga obat di Indonesia saat ini mendorong masyarakat mencari pengobatan alternatif. Bangsa Indonesia khususnya di Jawa mengenal suatu cara pengobatan yang disebut kerokan. Kerokan sampai sekarang masih banyak digunakan dan efektivitas pengobatan ini benar dapat dirasakan. Biasanya kerokan digunakan untuk mengobati masuk angin yang salah satu gejalanya adalah nyeri otot (mialgia). Pada kerokan terjadi suatu reaksi inflamasi dengan segala respon yang mengikutinya, antara lain perubahan diameter vaskular, migrasi leukosit dan pengeluaran mediator inflamasi. Mediator inflamasi yang penting adalah IL-1 , C1q, C3, dan PGE2. IL-1 merupakan sitokin proinflamasi yang dihasilkan oleh berbagai sel tubuh antara lain monosit, endotel, sel Langerhans kulit, dan keratinosit. C1q dan C3 merupakan kemoaktraktan yang aktivasinya memerlukan kompleks antigen antibodi pada jalur klasik, di sini yang berperan adalah C1q. Pada jalur lain yaitu jalur alternatif tercetus oleh polisakarida bakteri misal endotoksin, di sini yang berperan adalah C3. PGE2 merupakan produk metabolisme asam arakidonat pada membran sel dengan perantara enzim siklooksigenase. PGE2 menyebabkan rasa nyeri karena menaikkan kepekaan nosiseptor, fenomena ini disebut sentral sensitisasi. Tinggi rendahnya kadar PGE2 mempunyai korelasi dengan berat ringannya mialgia. Selain mediator kimia pada kerokan terjadi rangsangan pada keratinosit dan endotel yang akan mengekspresikan POMC. POMC ini merupakan polipeptida yang kemudian akan dipecah dengan hasil akhir salah satunya adalah -endorfin. Penelitian dilakukan untuk mengungkap mekanisme penurunan mialgia pada pengobatan kerokan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan randomized pre test post test control group design. Penelitian dilakukan di klinik Padma dengan populasi adalah pasien yang datang berobat yang mengalami mialgia dengan kriteria 1) wanita, 2) umur 40 – 50 tahun, 3) berat dan tinggi badan ideal, 4) temperatur 36° - 37°C, 5) tensi 120/80 – 130/85 dan, 6) nadi 72 - 84 reguler, sudah sering kerokan, tidak menderita anemia, DM, infeksi kulit yang luas, belum mendapat obat analgesia, tes faal hati normal, tes faal ginjal normal, faal hemostasis normal. Sampel yang diambil sebanyak 38 orang, dan dialokasikan secara random 19 orang masuk dalam kelompok perlakuan dan 19 orang masuk dalam kelompok kontrol (tidak diberi perlakuan). Bahan penelitian ini adalah darah tepi yang diambil melalui vena mediana cubiti, sedangkan parameter yang diperiksa adalah IL-1 ,C1q, C3, -endorfin, dan PGE2. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui kenormalan data adalah uji Kolmogorov-Smirnov. Sedangkan untuk mengetahui perbedaan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol digunakan uji parametrik t satu sisi dan uji nonparametrik Mann Whitney untuk dua sampel independen. Uji dilakukan dengan tingkat signifikansi 5%. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa 1) kadar IL-1 , C1q dan -endorfin setelah kerokan cenderung meningkat. Sedangkan kadar C3 dan PGE2 setelah kerokan cenderung menurun. 2) dari uji t dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna kadar PGE2 antara perlakuan dan kontrol (p=0.047), 3) kadar IL-1 antara perlakuan dan kontrol serta kadar C3 antara perlakuan dan kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan (masing-masing p=0.860 dan p=0.950). 4) dari uji Mann-Whitney disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar -endorfin perlakuan dan kontrol (p=0.046), dan 5) kadar C1q antara perlakuan dan kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p=0.665). Selanjutnya uji korelasi menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara kadar -endorfin dan PGE2 (p=0.035). Pada pengobatan kerokan terjadi peningkatan kadar -endorfin dan penurunan kadar PGE2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat kenaikan kadar IL-1 , walaupun tidak bermakna menunjukkan suatu reaksi radang Iokal, kadar C1q dan C3 tidak menunjukkan kenaikan yang bermakna menunjukkan kemungkinan ada jalur lain selain jalur kiasik atau jalur alternatif. Kenaikan kadar -endorfin yang bermakna menyebabkan pengurangan mialgia, rasa nyaman, segar, eforia. Kadar PGE2 yang menurun menyebabkan mialgia berkurang. Saran: perlu pengembangan lebih lanjut pengobatan ini dari aspek lain dan perlu juga diteliti kerugian pada pengobatan ini.
Untuk kerokan:
Rumah Sehat Thera Afiat
Jln. Kelapa Sawit Raya Blok Dd No.15
Kelapa Gading.
Jakarta utara.
Telp. 08111494599
087883171247
Ibu Sholeh +62 896-2697-9941
http://repository.unair.ac.id/32100/
Selasa, 18 Desember 2018
Flu vs Beras Kencur
BERAS KENCUR VS FLU
Manfaat :
Mengurangi pegal, menghilangkan masuk angin, flu, pilek, demam dan batuk.
Komposisi :
1 ons beras sangrai,
1 Kg kencur segar,
½ kg gula aren,
¼ kg Jahe segar,
1 sdm adas pulowaras,
1 sdm kapulaga,
1 sdm kembang lawang serbuk
1 sdm kedawung sangrai,
sereh,
kayu manis,
garam,gula.
Cara Pembuatan :
1. Cuci bersih kencur segar dan jahe segar, haluskan,
2. tambahkan 3 liter air, peras,
3. masukkan semua bahan, rebus hingga mendidih,
4. saring dan dinginkan.
Cara mencegah Influenza
1. Cuci tangan, pakai sabun dengan air bersih yang mengalir sesering mungkin.
2. Bila bersin dan batuk tutup hidung dan mulut dg tisue dan buang tisue di tempat sampah. Jangan meludah di sembarang tempat.
3. Bila mengalami gejala influenza hubungi rumah sakit terdekat.
Kalau tertarik pengobatan tradisional bisa juga di gurah di rumah sehat Thera Afiat.
https://gurahcor.blogspot.com/2018/12/flu-vs-beras-kencur.html?m=1
Rumah Sehat Thera Afiat
Jln. Kelapa Sawit Raya Blok Dd No.15
Kelapa Gading.
Jakarta utara.
Telp. 08111494599
087883171247
Ibu Sholeh +62 896-2697-9941
Selamat mencoba
Sumber : Formulasi Jamu yang Bermanfaat Bagi Kesehatan, Buletin Infarkes I - Februari 2005
#flu
#masukangin
#batuk
Minggu, 06 Desember 2015
KERIKAN MENURUT PENELITIAN
Meski ada pengobatan modern, hingga kini orang Indonesia ,
terutama di Jawa, tetap akrab dengan kerokan saat merasa tidak enak badan.
Praktik pengobatan ini dikenal sejak zaman nenek moyang,
tetapi sejauh ini belum ditemukan literatur tentang asal-usul kerokan.
Metode semacam kerokan juga dikenal di negara lain, seperti
di:
Kamboja (goh kyol).
Seorang Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas
Sebelas Maret (UNS) Solo Prof Didik Gunawan Tamtomo tertarik meneliti mengenai
manfaat kerokan.
Penelitian itu dilakukan sepanjang tahun 2003-2005.
”Kerokan adalah kearifan lokal. Pasien saya menyatakan,
kalau belum kerokan, belum puas,” kata Didik, awal April di Solo.
Pada tahap awal, Didik melakukan survei kuantitatif dan
kualitatif. Hasilnya, dari 390 responden berusia 40 tahun ke atas yang
mengembalikan kuesioner, hampir 90 persen mengaku kerokan saat ”masuk angin”.
Responden Didik adalah para pasien, tetangga, dan pedagang
di pasar.
Istilah ”masuk angin” sebenarnya tidak dikenal dalam dunia
kedokteran.
Masuk angin merujuk pada keadaan perut kembung, kepala
pusing, demam ringan, dan otot nyeri.
Kerokan di Indonesia biasanya menggunakan uang logam ataupun
alat pipih tumpul yang digerakkan di kulit secara berulang-ulang menggunakan
minyak sebagai pelicin.
Tidak merusak
Pada tahap kedua, Didik menjadikan dirinya sebagai obyek
penelitian.
Ia mengerok bagian tangannya lalu dibiopsi, yaitu diambil
sedikit jaringan kulit epidermisnya (kulit ari) untuk pemeriksaan mikroskopis.
”Selama ini ada anggapan, orang yang sering dikerok kulitnya
akan rusak, pori-pori kulitnya membesar, atau pembuluh darahnya pecah.
Namun, hasil pemeriksaan di laboratorium patologi anatomi
UNS menunjukkan tidak ada kulit yang rusak ataupun pembuluh darah yang pecah,
tetapi pembuluh darah hanya melebar,” kata Didik.
Melebarnya pembuluh darah membuat aliran darah lancar dan
pasokan oksigen dalam darah bertambah.
Kulit ari juga terlepas seperti halnya saat luluran.
#Meningkatkan_endorfin
Penelitian tahap akhir adalah penelitian biomolekuler, yakni
pemeriksaan darah dari orang yang kerokan dan orang yang tidak kerokan.
Didik mengumpulkan sejumlah orang dengan kondisi serupa,
seperti berat badan, usia, dan mengalami nyeri otot sebagai salah satu ciri
”masuk angin”.
Semua responden adalah perempuan karena mereka dinilai lebih
suka kerokan daripada laki-laki.
Kelompok pertama kemudian dikerok, sedangkan kelompok kedua
tidak.
Seluruh responden selanjutnya diperiksa lagi darahnya.
1. Perubahan kadar endorfin,
2. Prostaglandin,
3. Interleukin, serta
4. Komplemen C1 dan C3.
Hasilnya, kadar endorfin orang-orang yang dikerok naik
signifikan.
Peningkatan endorfin membuat mereka nyaman, rasa sakit
hilang, lebih segar, dan bersemangat. Selain itu, ternyata juga kadar
Prostaglandin turun.
Prostaglandin adalah senyawa asam lemak yang antara lain
berfungsi menstimulasi kontraksi rahim dan otot polos lain serta mampu
menurunkan tekanan darah, mengatur sekresi asam lambung, suhu tubuh, dan
memengaruhi kerja sejumlah hormon.
Di sisi lain, zat ini menyebabkan nyeri otot.
Penurunan kadar prostaglandin membuat nyeri otot berkurang.
”Adapun perubahan komplemen C3, C1, dan interleukin yang
menggambarkan adanya reaksi peradangan tidak signifikan,” kata Didik.
Ia menyarankan, kerokan sebaiknya dimulai dari atas ke bawah
di sisi kanan dan kiri tulang belakang, dilanjutkan dengan garis-garis
menyamping di punggung bagian kiri dan kanan.
Alat pengerok dipegang 45 derajat agar saat bergesekan
dengan kulit tidak terlalu sakit.
Salah satu unsur dalam kerokan yang mendukung pengobatan
adalah hubungan emosional antara orang yang dikerok dan orang yang mengerok.
”Ibu yang mengerok anaknya sambil bercerita merupakan unsur
biopsikososial dalam pengobatan yang kini digalakkan dalam pengobatan modern,”
kata Didik.
Selamat KEROK'AN ☝😊
Untuk
info Terapi Bekam dan Kerokan hubungi :
Rumah
Sehat Thera Afiat
Jl.
Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping
Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Telp./WA 08111494599
08788
3171247
Pin
28303BAC
Source:
Cao
Gio, Flu, Goh Kyol, Guasha, Kelapa Gading, Kerikan, Kerokan, Masuk Angin, Nyeri
Otot, Terapi Kerikan. Terapi Kerokan, Thera Afiat, Verri JP MA
Label:
Cao Gio,
Flu,
Goh Kyol,
Guasha,
Kelapa Gading,
Kerikan,
Kerokan,
Masuk Angin,
Nyeri Otot,
Terapi Kerikan. Terapi Kerokan,
Thera Afiat,
Verri JP MA
Terapi Kerikan
Terapi K E R I K A N
Oleh: Prof. Dr. dr. DIDIK GUNAWAN TAMTOMO. PAK. MM. Mkes.
Yang disampaikan pada Seminar Ilmiah Sehat dengan Kerokan,
sabtu 5 September 2015 di Auditorium Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Kerikan adalah:
" Suatu metode pengobatan tradisional Jawa dengan cara
menekan dan menggeserkan benda tumpul pada permukaan tubuh". ( Didik
Tamtomo).
➡KEROKAN is a traditional Indonesian folk cure, wherein a
coin or ladle is drawn acrors the back. This action supposedly helps to release
" wind" from the body by increasing blood flow near the skin' s
surface. The practice can also cause marking or injury. ( wikipedia).
✅ Pengobatan ini sudah dikenal lama sejak nenek
moyang dan masih dilakukan turun temurun sampai sekarang.
✅ Masyarakat di Jawa masih banyak yg melakukan
pengobatan ini dan meyakini serta merasakan manfaatnya.
➡ Masyarakat melakukan pengobatan ini untuk penyakit
penyakit antara lain:
~ Masuk angin.
~ Nyeri otot.
~ Perut kembung.
~ Mual.
~ Nyeri kepala.
~ Nyeri haid.
~ Meriang.
~ Kolik, dll.
👍🏽 KEROKAN tidak hanya dilakukan di Indonesia ,
~ China
- Guasha
~ Vietnam
- Goh Kyol
~ Thailand
- Cao gio.
✅ ALAT YANG BIASA DIGUNAKAN adalah "
benggol" mata uang jaman Belanda terbuat dari tembaga.
➡ Tapi ada juga kerokan dengan menggunakan:
~ Bahan tanduk kerbau
~ Sendok porselen
~ Batu giok ( jade).
✅ BAGIAN YANG DIKERIKI SECARA TRADISIONAL:
🔹Punggung
🔹Leher
🔹Dada
🔹Lengan.
✅ BAGIAN YANG TIDAK BOLEH DIKEROK adalah Leher Depan.
➡ KEROKAN MERUPAKAN PENGOBATAN HOLISTIK. 4 M:
💿 Mudah
💿 Murah
💿 Mesra
💿 Manjur.
💿 MUDAH: Bisa dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja:
🔹Spa
🔹Kantor
💿 MURAH: Alat dan bahan mudah didapat.
💿 MESRA: Ada
kontak sentuhan kasih, ibu dan anak, suami dan istri, nenek dan cucu, paman dan
keponakan, kakak dan adek.
💿 MANJUR: Hasil Kerikan sangat Cespleng.
Ketikan sudah menjadi kebiasaan/ kebutuhan kami. Apalagi
kepala pening, leher dan punggung terasa pegal, maka kerikan menjadi alternatif
penyembuhan pertama, karena obat/ dokter sudah tidak mempan lagi. Apalagi hasil
kerikan sangat CESPLENG.
Untuk
info Terapi Bekam dan Herbal hubungi :
Rumah
Sehat Thera Afiat
Jl.
Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping
Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Telp./WA 08111494599
08788
3171247
Pin
28303BAC
Source:
Langganan:
Postingan (Atom)



